Praktikum Pekan ke-1
UJI TARIK BAJA
Jumat, 13 September 2019
Laboratorium Rekayasa Struktur
ASTM E8 – Tension Testing of Metallic Materials
TUJUAN PERCOBAAN
- Menentukan hubungan tegangan dan regangan.
- Menentukan tegangan leleh baja.
- Menentukan tegangan tarik baja.
- Menentukan perpanjangan dan pengurangan luas area penampang.
- Menentukan modulus elastis baja.
- Menentukan tegangan runtuh baja.
Uji tarik langsung dapat digunakan untuk mengetahui sifat-sifat mekanik dari material, seperti modulus young, tegangan leleh, tegangan tarik, dan lain-lain. Pada praktikum ini hanya dipelajari sifat-sifat dari material baja dan mengamati perubahan geometri benda uji akibat gaya tarik tersebut (Perubahan luas penampangan dan panjang benda uji). Benda uji ini diberi beban tarik dengan pertambahan beban konstan. Besarnya gaya yang bekerja pada benda uji dicatat dengan menggunakan load cell dan pertambahan panjang ini dicatat dengan menggunakan Linear Variable Differential Transformer (LVDT) pada setiap pertambahan beban.
ALAT DAN BAHAN
Alat
- Jangka sorong, untuk mengukur diameter penampang.
- Uji Universal Testing Machine (UTM), berfungsi untuk memberi dan mengontrol laju pembebanan.
- LDVT, untuk mencatat defleksi/perpanjangan.
- Load cell, untuk mengubah beban UTM dari analog menjadi digital.
- Data Logger, untuk alat pencatat data dari load cell dan LDVT.
- Strain Gauge, untuk mengukur regangan.
Benda Uji
Baja tulangan polos dan ulir dengan variasi diameter.
PROSEDUR
- Persiapkan benda uji.
- Beri nomer atau nama setiap benda uji.
- Ukur diameter dan panjang dari masing-masing benda uji.
- Persiapkan alat
- Cek semua alat yang akan digunakan.
- Lakukan kalibrasi alat.
- Pemasangan benda uji ke mesin UTM (sumbu alat penjepit harus berhimpit dengan sumbu benda uji) dan pemasangan alat ukur.
- Pelaksanaan pengujian
- Tarik benda uji dengan pertambahan beban yang konstan sampai benda uji putus. Catat dan amatilah besarnya perpanjangan yang terjadi setiap penambahan beban.
- Amati secara visual perilaku benda uji.
- Setelah putus, ukur diameter penampang pada daerah putus dan ukurlah panjang akhir dari benda uji.
Hasil Percobaan
Percobaan kali ini menggunakan baja yang beragam dimulai dari baja polos berdiameter 8,10 pendek,10 panjang .12 panjang, dan 12 pendek milimeter dan baja ulir yang berdiameter 10,13, dan 16 milimeter. Adapun hasil praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
| No | Identifikasi Benda Uji | Diameter Aktual (mm) | Diameter Nominal (mm) | Luas Penampang Nominal (mm) | Panjang Awal (mm) | Panjang Akhir (mm) | Perpanjang-an (%) | Berat (gr) |
| 1 | Baja Ulir 13 | 12.46 | 13 | 132.73 | 498 | 531 | 6.63 | 477 |
| 2 | Baja Ulir 10 | 10.46 | 10 | 78.5 | 495 | 535 | 8.08 | 297 |
| 3 | Baja Ulir 16 | 15.76 | 16 | 201.06 | 500 | 545 | 9 | 765 |
| 4 | Baja Polos 8 | 8.02 | 8 | 50.24 | 601 | 658 | 9.48 | 238 |
| 5 | Baja Polos 10 | 9.79 | 10 | 78.54 | 602 | 635 | 5.48 | 356 |
| 6 | Baja Polos 12 | 11.76 | 12 | 113.1 | 504 | 567 | 12.5 | 430 |
Tabel 1. Hasil Pengukuran Baja
Kemudian, kita juga menentukan kurva regangan dan tegangan dari baja yang sudah kita tarik seperti berikut
Uji Tarik Baja Polos 8 mm

Grafik 6.1 Tegangan vs Regangan Baja Polos-8
Uji Tarik Baja Polos 10 mm

Grafik 6.2 Tegangan vs Regangan Baja Polos-10
Uji Tarik Baja Polos 12 mm

Grafik 6.3 Tegangan vs Regangan Baja Polos-12
PENGUJIAN BAJA ULIR
UJI TARIK BAJA ULIR 10 MM

Grafik 6.4 Tegangan vs Regangan Baja Ulir-10
UJI TARIK BAJA ULIR 13 MM

Grafik 6.5 Tegangan vs Regangan Baja Ulir-13
UJI TARIK BAJA ULIR 16 MM

Grafik 6.6 Tegangan vs Regangan Baja Ulir-16
- Tegangan Luluh dan Tarik
Tegangan Luluh didapatkan dari sebuah titik pada kurva tegangan dan regangan, dimana titik tersebut merupakan titik saat baja akan memasuki fase deformasi plastis. Berikut adalah tabel yang menyatakan tegangan luluh dari semua baja yang telah diuji.Tegangan leleh didapatkan dari sebuah titik pada kurva tegangan dan regangan, dimana titik tersebut adalah titik berakhirnya zona elastis. Berikut adalah tabel yang menyatakan tegangan leleh dari semua baja yang telah diuji.Setelah kita mendapat grafik dari masing-masing baja tersebut maka kita tentukan berapa tegangan luluh dan tariknya, kelompok kami mendapat data sebagai berikut:
| Baja Uji | Tegangan Luluh |
| Polos-8 | 458.86 |
| Polos-10 | 293.52 |
| Ulir-10 | 537.36 |
| Ulir-13 | 643.01 |
| Ulir-16 | 243.95 |
Tabel 2. Tegangan Luluh
- Modulus Elastis
Modulus Elastisitas didapat dari hasil rata-rata tegangan dibagi dengan rata-rata regangan:
| Jenis Baja | Modulus Elastisitas |
| Polos-8 | 1078.355 |
| Polos-10 | 689.79 |
| Ulir-10 | 3890.23 |
| Ulir-13 | 3111.26 |
| Ulir-16 | 1132.14 |
Tabel 3. Modulus Elastis Baja


Comments
Post a Comment